
Banyak pemilik bisnis lokal merasa urusan online sudah beres begitu tokonya muncul di Google Maps. Nama ada, alamat benar, jam buka terisi, ulasan pelan-pelan bertambah. Itu modal yang bagus. Tapi buat calon pelanggan yang belum pernah datang, profil Maps sering belum cukup untuk bikin mereka yakin.
Google Maps tetap penting. Masalahnya muncul kalau Maps jadi satu-satunya tempat bisnismu bisa ditemukan dan dijelaskan.
Maps paling jago menjawab soal lokasi
Lewat Google Business Profile, nama resmi profil bisnis di Google Search dan Maps, orang bisa melihat alamat, rute, jam buka, foto, dan ulasan. Untuk pertanyaan "tempatnya di mana dan buka jam berapa", jawabannya sudah lengkap.
Pertanyaan berikutnya yang lebih susah dijawab. Layanannya apa saja, kisaran harganya berapa, pernah mengerjakan proyek seperti apa, dan cocok atau tidak dengan kebutuhan saya. Kolom deskripsi di Business Profile dibatasi 750 karakter, kira-kira satu paragraf pendek. Ada bagian untuk produk, layanan, dan postingan, tapi formatnya ditentukan Google, bukan kamu.
Profilnya ada di platform milik orang lain
Kamu bisa mengelola profil bisnismu, tapi aturan mainnya dipegang Google. Beberapa contoh yang sudah benar-benar terjadi:
- Maret 2024, Google menutup fitur website gratis buatan Business Profile (alamat berakhiran business.site). Pengunjung masih dialihkan ke profil Maps sampai 10 Juni 2024, setelah itu halamannya hilang. Bisnis yang cuma mengandalkan situs itu harus pindah dengan buru-buru. (Search Engine Land)
- 31 Juli 2024, fitur chat dan riwayat panggilan di Business Profile dihentikan. (Google Business Profile Help)
- Siapa pun bisa mengusulkan perubahan informasi bisnismu lewat fitur "Sarankan pengeditan" di Maps. Kalau kamu jarang mengecek, jam buka atau nomor telepon bisa berubah tanpa kamu sadari.
Semua itu wajar untuk sebuah platform. Cuma, kalau seluruh kehadiran digitalmu ada di sana, setiap perubahan aturan langsung terasa ke bisnismu dan pilihanmu cuma ikut menyesuaikan.
Calon pelanggan mengecek lebih dari satu tempat
Orang jarang memutuskan cuma dari satu profil. Survei BrightLocal 2026 terhadap 1.002 konsumen dewasa di Amerika Serikat menemukan 97% responden membaca ulasan sebelum memilih bisnis lokal, dan rata-rata mereka memakai enam situs ulasan berbeda. Porsi yang memakai Google untuk mencari bisnis lokal turun dari 83% pada 2025 menjadi 71%, sementara yang bertanya ke ChatGPT dan alat AI sejenis melonjak dari 6% menjadi 45%.
Datanya memang dari Amerika Serikat, jadi angkanya belum tentu sama persis di sini, tapi arah perubahannya patut diperhatikan. Google sendiri sudah lama menyadari pergeseran ini. Pada 2022, petinggi Google Prabhakar Raghavan menyebut hampir 40% anak muda usia 18 sampai 24 tahun di AS mencari tempat makan lewat TikTok atau Instagram, bukan Google Maps. (TechCrunch)
Artinya calon pelanggan bisa datang dari mana saja, dan mereka butuh satu tempat rujukan yang isinya lengkap dan kamu kendalikan sendiri. Mesin pencari dan asisten AI juga butuh halaman seperti itu untuk dibaca sebelum menyebut nama bisnismu.
Website jadi tempat penjelasan lengkap
Di website, kamu yang menentukan isi dan urutannya. Kamu bisa menjelaskan layanan satu per satu, memajang portofolio atau foto hasil kerja, menulis jawaban untuk pertanyaan yang sering masuk ke WhatsApp, dan menaruh tombol kontak di tempat yang gampang ditemukan.
Website juga memberi kesan bahwa bisnis ini dikelola dengan serius. Tampilannya tidak perlu mewah. Yang dicari orang biasanya informasi yang jelas dan cara menghubungi yang tidak ribet.
Maps dan website saling mengisi
Google Maps membantu orang menemukan lokasi dan datang ke tempatmu. Website membantu mereka memutuskan untuk memilih kamu. Sambungkan keduanya:
- Cantumkan alamat website di Google Business Profile.
- Pasang peta Google Maps dan alamat lengkap di halaman kontak website.
- Samakan nama bisnis, alamat, dan nomor telepon di semua tempat, supaya Google dan calon pelanggan tidak bingung.
Penutup
Profil Google Maps yang lengkap dan rajin diurus tetap salah satu hal pertama yang perlu dimiliki bisnis lokal. Website melengkapinya dengan hal yang tidak muat di Maps: penjelasan utuh tentang bisnismu, di tempat yang aturannya kamu pegang sendiri.
Kalau bisnismu sudah ada di Maps tapi belum punya website, Nielcode bisa bantu membuatnya, dari desain sampai siap disambungkan ke profil Google Business-mu. Konsultasinya gratis.
Other blogs
No other blogs available yet